Latar Belakang

Hampir bisa dipastikan bahwa setiap subsektor dalam ekonomi kreatif akan mengalami permasalahan yang berbeda sesuai dengan tingkat kemajuannya. Oleh sebab itu untuk kepentingan strategi pengembangan agar tepat sasaran perlu diketahui posisi masingmasing subsektor, apakah masih pada posisi tertinggal, potensial atau sudah unggulan. Secara umum terdapat enam aspek yang perlu mendapatkan perhatian untuk pengembangan ekonomi kreatif meliputi aspek bahan baku & penolong; aspek SDM; aspek permodalan; aspek teknologi; aspek pemasaran dan aspek regulasi & kelembagaan.

Prioritas aspek manakah yang perlu diberikan perhatian tergantung pada strata subsektor industri yang bersangkutan dan permasalahan yang dihadapinya.Secara umum tiap posisi tersebut akan membutuhkan strategi pengembangan yang berbeda. Posisi tertinggal, subsektor pada posisi ini masih memiliki kelemahan dari aspek sumber seperti bahan baku, bahan penolong, tenaga kerja, dukungan dari pemerintah, manajemen usaha, teknologi, ketersediaan sarana dan prasarana maupun aspek pasar seperti pemasaran, keterkaitan dengan usaha lain, kemampuan mengangkat kebanggaan daerah serta dukungan masyarakat. Oleh karena itupembinaan lebih diarahkan pada kegiatan pelatihan agar mampu menjalin kerjasama dengan pemasok, sesama pengusaha dan jasa pendukung, meningkatkan kemampuan produksi, memperoleh dukungan skema kredit lunak dan kemampuan memasarkan produk

Posisi potensial pasar, subsektor pada posisi ini memiliki kelemahan pada aspek sumber namun memilki kekuatan diaspek pasar maka pembinaan lebih diarahkan pada kegiatan pelatihan agar mampu menjalin kerjasama dengan pemasok, sesama pengusaha dan jasa pendukung, meningkatkan kemampuan produksi, untuk menghasilkan produk/jasa yang tepat mutu, mencari bahan baku dan bahan penolong alternatif dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan manajerial Posisi potensial sumber, subsektor pada posisi ini memiliki kekuatan aspek sumber namun memiliki kelemahan pada pasar maka pembinaan lebih diarahkan pada kegiatan pelatihan agar mampu menjalin kerjasama dengan buyer dengan menghasilkan produk/jasa yang tepat mutu, tetap waktu dan tepat pengiriman; menjalin kerjasama sesama produsen untuk kegiatan pemasaran bersama, dan memberikan pelatihan agar pengusaha mampu mempeluas jaringan pemasaran Posisi Unggulan, program pembinaan lebih diarahkan agar para pengusaha mampu menjaga relasi dengan pihak pemasok dan buyer dan menciptakan atau menjaga agar iklim usaha tetap kondusif pada industri tersebut.

Adanya keterbatasan sumberdaya ekonomi yang dimiliki dalam melakukan strategi pengembangan, maka tidak dimungkinkan memberikan perhatian pengembangan kepada semua subsektor dalam waktu yang bersamaan sehingga dibutuhkan skala prioritas strategi pengembangan. Untuk kepentingan tersebut maka strategi pengembangan yang disusun adalah strategi pengembangan untuk produk-produk unggulan. Strategi pengembangan untuk produk unggulan ini diharapkan memunculkan langkah strategis yang ditempuh oleh ekonomi kreatif di Provinsi Banten secara berjenjang dan multisektoral karena strategi ini memberi tekanan pada banyak faktor baik yang berhubungan dengan aspek sumber atau kegiatan produksi maupun kegiatan pemasaran. Proses strategi pengembangan dapat dirunut dalam tiga tahapan.

Tiga tahapan dalam strategi pengembangan dimulai dengan penentuan posisi subsektor apakah subsektor termasuk dalam posisi tertinggal, potensial pasar, potensial sumber ataukah produk unggulan. Berfokus pada posisi unggulan, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi dan memetakan permasalahan yang terjadi pada posisi unggulan yang kemudian dicari alternatif solusi dari permasalahan yang ada dalam bentuk strategi pengembangan.

Nama Kegiatan

SEMINAR NASIONAL DAN CALL FOR PAPERS BATCH 3

Tema Kegiatan

“Akselerasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Dalam Perspektif Multidisiplin dan Berdampak bagi Kesejahteraan Masyarakat”

Tujuan dan target Kegiatan

Adapun yang menjadi Tujuan dan Target dari kegiatan ini adalah sebagai berikut;

Tujuan:

  1. Mengetahui secara komperhensif Faktor-faktor yang mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif di Daerah;
  2. Mengetahui Strategi dan Program strategis yang dapat dikembangkan Daerah dalam akselarasi Pengembangan EKonomi Kreatif
  3. Menghimpun Pemikiran dan hasil penelitian Dosen/Mahasiswa terkait dengan Isu dan Scope Seminar Nasional;
  4. Membangun relasi dan kolaborasi strategis dengan seluruh Stakeholder yang terkait dengan Isu Membangun Ekonomi Kreatif;

Target:

  1. Terhimpunnya 100 Artikel Pemikiran dan Penelitian Dosen/Mahasiswa yang mengikuti kegiatan Call for Paper;
  2. Terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional dan Call for Papers dengan baik dan sukses;
  3. Terpublikasikannya hasil penelitian dan Pemikiran Dosen/Mahasiswa dalam bentuk Jurnal Nasional maupun Prosiding Nasional yang ber E-ISSN dan terindeks;

Waktu dan Tempat

Pelaksanaan Seminar Nasional akan dilaksanakan secara Daring (online) melalaui media Zoom Cloud Meeting.  Adapun waktu pelaksanaan akan dilaksanakan pada;

Hari/Tanggal : Senin. 27 Mei 2024

Pukul : 08.00 Wib s/d Selesai

Pelaksana Kegiatan

Pelaksana Kegiatan ini adalah Panitia yang dibentuk oleh Amal Insani Foundation, dengan susunan selengkapnya kepanitiaan terlampir;

Luaran Kegiatan

Luaran kegiatan Seminar Nasional dan call for Papers ini adalah Publikasi pada;

  1. Jurnal Nasional ber ber e-ISSN dan p-ISSN
  2. Prosiding Nasional ber e-ISSN
  3. Jurnal Nasional bereputasi Sinta*)

*)syarat dan ketentuan berlaku

Ketentuan Peserta

Ketentuan Peserta sebagai berikut;

  1. Peserta Seminar adalah mereka yang mendaftar kepada panitia melalui Link Pendaftaran yang disediakan;
  2. Peserta Pemakalah/Presenter adalah mereka yang mendaftar melalui Link Pendaftaran dan Menyerahkan Artikel yang belum pernah dipublikasikan.
  3. Seluruh artikel yang masuk dan hak cipta publikasi artikel seluruhnya dimiliki oleh panitia;
  4. Seluruh Artikel yang lolos berhak untuk dipublikasikan pada media Publikasi Jurnal dan Prosiding yang telah bekerjasama dengan panitia, dan akan dikenakan biaya tambahan;
  5. Seluruh Peserta Seminar akan mendapatkan Sertifikat sebagai Peserta;

Korespondensi Panitia

Berikut ini alamat Korespondensi Panitia:

  1. Wahyudi (+62 838-1375-5777)
  2. Nur Hidayanti (+62 822-9875-9047)
  3. Didi Wandi (+62 813-1643-4946)
  4. Gita Puspita (+62 819-3219-5231)
  5. Denok Sunarsi (+62 877-0009-7751)
  6. Atau melalui Email Panitia: info@amalinsani.org

Penutup

Demikian, Term of Reference ini disusun sebagai panduan dan acuan panitia dalam melaksanakan kegiatan, hal-hal yang belum tercantum dalam proposal ini akan diatur dalam ketentuan yang lain.